Sebuah Penelitian Telah Membuktian

Ketika awal mendaftar jadi dosen, saya tahu penelitian adalah suatu yang akan saya lalui di hari-hari biasa. Duduk di depan laptop sampai sore, pusing karena nggak paham-paham, sambil browsing sana-sini. Terlihat serem, tapi untungnya saya menyukai kegiatan tersebut.

Tapi setelah dua tahun berjalan jadi dosen, seperti bocah yang baru dewasa, ternyata penelitian yang selama ini saya tahu, tidak sekadar penelitian. Ada banyak hal yang bisa dipetik dari “sekadar” belajar atau berkarya untuk masyarakat. Mendapat uang insentif misalnya, atau memudahkan kenaikan jabatan, atau meningkatkan citra dan reputasi di mata orang.

Saya tidak lagi ngomongin orang lain, soalnya ketika saya melakukan sebuah penelitian, sekarang pikiran-pikiran baru itu selalu muncul. Menggoda. “Kenapa tidak lakukan hal yang simpel saja, toh cukup kok untuk naik jabatan” atau “kenapa tidak ambil judul ini saja, lagi nge-trend dan bisa terlihat keren loh”.

Dan kalau melihat fakta-fakta di lapangan, tragedi-tragedi kecurangan, baik di media masa atau dari orang ke orang. Pada akhirnya sebuah penelitian bisa membuktikan, apa niat awal penelitian itu. Kita cuma bisa berdoa diteguhkan dan mengingat Innamal A’malu Bin Niyat (Sessungguhnya amal itu tergantung niatnya).

Kata beberapa orang: dosen baru masih idealis?

By Rian Adam

Student at University of Central Florida; Lecturer at Universitas Islam Indonesia; Machine Learning Enthusiast;

3 comments

  1. pak umur saya masuk 28. saya sudah lulus s2 di Indonesia di PTN LPTK, S1 saya di swasta IKIP. dan saya mau kuliah lagi s2 di luar negeri. saya cita2 pngen jadi dosen, tapi saya sadar pnelitian saya masih jauh, sedikit sekali. apa saya masih punya kans jadi dosen ketika saya lulus s2 yang ke 2 nanti pak?

    1. Tetap semangat Pak/Bu untuk kuliah dan usaha untuk jadi dosen. Kebanyakan dosen yang saya kenal mulai penelitian setelah jadi dosen / ketika S3, insyaAllah masih besar peluangnya. Tapi saya sarankan memiliki 1 atau 2 penelitian “andalan” agar ketika proses seleksi bisa jadi bahan diskusi dengan penyeleksi

  2. Sepertinya memang idealisme itu kebanyakan sulit untuk ditegakkan, Pak..

    Saya pribadi yang setiap hari ngoding untuk dapat uang juga tidak jarang dihadapkan pada situasi di mana kode-kode yang ada tidak ideal. Tapi mau tidak mau saya harus menepis idealisme saya karena tuntutan. Melanjutkan pekerjaan di atas situasi yang tidak ideal itu sehingga semakin tidak ideal.

    Tapi situasi tidak ideal ini berhasil memenuhi target dan bisnis bisa terus berjalan.. Dengan kata lain kondisi ideal (target dan bisnis) tercapai berkat kondisi tidak ideal..

    Rezeki yang bertambah dan karier yang lancar nampaknya bisa disebut sebagai kondisi ideal, yang sebenarnya tercapai berkat berbagai kondisi tidak ideal yang kita temui dan lakukan di pekerjaan kita.

    Haduh.. Memang hal-hal semacam ini menjadi pengingat kita untuk hati-hati dan bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang kita ambil ya Pak, agar jangan sampai rezeki yang kita peroleh menjadi tidak berkah karena niat yang salah..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *