Posts

Setahun di Klaten

Image
Kalau diinget, pertengahan Januari tahun lalu saya sama istri memutuskan untuk memindah barang-barang kontrakan kami dari Jogja ke Klaten. Jadi sudah lebih dari setahun sebenarnya saya tinggai di kota ini. Walau secara resmi saya dapat KTP Klaten baru di pertengahan Mei tahun lalu

Dengan latar saya yang tinggal belasan tahun di metropolitan Surabaya dan lima tahunan di Yogyakarta, rasanya ada banyak cerita dari mata pribadi yang bisa saya ceritakan tentang kota ini. Kota kelahiran istri saya.

Seperti apa kotanya? Kabupaten Klaten posisinya ada di antara dua kota yang lebih besar Jogja dan Solo. Rasanya pas banget di tengah-tengahnya. Klaten ke Jogja dan Klaten ke Solo sama-sama menempuh waktu sekitar 1 jaman perjalanan normal. Kalau saya melihat Klaten itu seakan dibagi jadi tiga bagian berdasarkan keramaiannya. Satu daerah Prambanan, satu Klaten Kota, dan satu daerah Delanggu (dekat solo). Karena di antara daerah tersebut hanya terlihat pemukiman sedikit, dengan sawah yang luas da…

Ketika Istri Memasak

Image
Saya inget beberapa tahun lalu ketika lihat MasterChef Indonesia, saya sering nggak nyangka, gimana ceritanya seorang pengusaha mebel dan seorang guru menjadi peraih juara 1 dan 2 di MasterChef Indonesia. Reality show tersebut benar-benar men-trigger pertanyaan besar, apa iya orang yang bukan berlatar chef masih bisa menghasilkan masakan dengan kualitas di atas rata-rata?

Dan ternyata, iya, bisa saja.

Setelah menikah, setelah melihat bagaimana istri saya bisa menghasilkan beragam masakan yang "wah-wah" padahal nggak pernah yang namanya sekolah masak, saya jadi yakin bahwa memasak itu mungkin mirip dengan membuat program (coding).

Saya selalu bilang di awal kelas, "Pemrograman itu sebenarnya hanya terdiri dari tiga bagian penting: Input-output, Percabangan, dan Perulangan, tapi setelah itu dengan mengkombinasikan alur penggunaan tiga bagian itu kamu bisa membuat beragam aplikasi dari Flappy Bird hingga Microsoft Office"

Benar saja, jika kita bisa paham sifat-sifa…

PyTorch Scholarship Challenge 2018/2019

Image
Oktober lalu, saya nggak sengaja dapat kabar kalau Facebook mengadakan kerja sama dengan Udacity berupa pengadaan course deep learning menggunakan framework deep learning buatan mereka, yakni PyTorch. Waktu itu yang kepikiran, wah menarik ya mempromosikan framework mereka dengan bikin course gini. Tapi ternyata ada yang lebih menarik, jadi selain kerja sama dalam membuat course, Facebook juga menyediakan beasiswa nanodegree untuk course Deep Learning with PyTorch (senilai $999 atau setara 14 jutaan rupiah).
Alur Beasiswa Untuk mendapatkan beasiswa tersebut terdapat dua tahapan yang harus dilalui. Tahapan pertama adalah untuk seleksi awal ke Fase 1. Seleksinya berupa menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam formulir yang lumayan panjang dan detail, yang berisi pertanyaan teknis ataupun non-teknis. Dari seleksi ini akan dipilih 10,000 peserta terbaik dari seluruh penjuru dunia untuk mengikuti seleksi Fase 1.

Di Fase 1 kita diharuskan mengikuti course Udacity "Intro to Deep Learning …

Finhacks 2018 #DataChallenge: Part 3

Image
Lanjutan dari tulisan Finhacks 2018 #DataChallenge

Siapa saja finalisnya? Itu pertanyaan yang sering muncul di hari-hari sebelum keberangkatan final. Karena ini juga pengalaman baru bagi saya ikut lomba di kategori "umum", bukan lagi "mahasiswa" atau "pelajar". Sayangnya pihak panitia tidak menampilkan nama anggota tim, jadinya ya saya cuma bisa penasaran tanpa kepo siapa finalis lainnya.

Ke-kaget-an pertama saya muncul ketika tidak sengaja tahu ada seorang dosen yang juga ikut ketika penyisihan, yakni Pak Yudi Wibisono, beliau adalah dosen UPI yang blognya sangat bermanfaat dan sangat menginspirasi, beliau terus update pengetahuan terbaru di bidang AI, tidak hanya teori tetapi juga praktiknya. Saya jadi kepikiran apa jangan-jangan banyak dosen dari Univ-univ besar ikutan ya?



Kaget kedua datang ketika dapet notifikasi dari Linkedin dan tahu ternyata salah satu finalis adalah Mas Yodi, mantan ketua OmahTI UGM yang sangat diakui kemampuannya di bidang data …

Finhacks 2018 #DataChallenge: Part 2

Image
Lanjutan dari post sebelumnya

Setelah berhari-hari nungguin pengumuman, deg-degan ngelihatin turunnya peringkat, suatu hari pas lagi ngajar di D3 Komsi tiba-tiba dapet telpon yang nggak keangkat dari nomor Jakarta. Setelah googling, jadi tahu kalau itu nomornya DailySocial.id, salah satu penyelenggara Finhacks 2018. Agak deg-degan, karena penasaran akhirnya saya telepon balik....

dan Alhamdulillah.. dapat kabar kalau tim kami dinyatakan lolos final Finhacks 2018!! Yeay! Mas-masnya waktu itu telpon tidak hanya untuk ngabarin, tapi juga mengkonfirmasi apakah tim kami bisa hadir di Jakarta ketika final nanti.

Oh ya, tim kami juga naik peringkatnya jadi peringkat 3, ini karena dua tim lain yang di atas kami memilih untuk ikut final di kategori lain (timnya lolos final di dua kategori).


Yang saya rasakan sebelum kompetisi
Walau sudah diyatakan lolos, tetapi masih ada yang perlu disiapkan, saat itu ada beberapa poin yang jadi pikiran utama kami.

Yang pertama: proposal tesis. Bulan November …

Finhacks 2018 #DataChallenge: Part 1

Image
Alhamdulillah, beberapa waktu lalu dapat kesempatan untuk ikut lomba Finhacks 2018 #DataChallenge. Ini adalah lomba pertama saya di bidang "data science", dan ini juga lomba pertama saya yang setim berdua sama istri :)

Walau belum berhasil juara tapi ada banyak cerita dan pengalaman baru yang saya alami dan ingin saya ceritakan di sini, semoga ada hikmah juga yang dapat dipetik.

Pra-Pendaftaran Mungkin mulai dari apa yang saya rasakan sebelum lomba. Ya jujur aja, kehidupan pasca lulus "sekolah" membuat saya pribadi sebenernya tidak tertarik untuk ikutan Finhacks. Entah rasanya semangat untuk ikutan lomba udah lagi ndak sesemangat dulu. Padahal kalau istri sering nyeletuk, sebagai pengajar olimpiade bukanlah hal yang baik kalau saya lupa kompetitifnya olimpaiade dan tidak melatih skill, karena ya itu adalah modal utama!

Deadline penutupan penyisihan tinggal 2 mingguan, Erwin dan temennya sudah daftar dan mulai ngerjain soalnya, sempat tanya-tanya ke istri, tapi saya …

Dari Aku menjadi Saya

Image
Beberapa hari lalu tiba-tiba keingat blog ini, Blog yang sudah dibikin sejak jaman SMP, dan nggak kerasa sekarang saya sudah lulus S2 dan sudah menikah. Blog ini sudah secara "tidak langsung" mencatat pola pikir saya dari tahun ke tahun, sudah jadi album cerita yang bisa bikin saya sendiri ketawa membacanya.

Mulai dari perubahan penulisan dari "Aku" menjadi "Saya". Dari sekadar copas berita sampai sekadar celetukan tiba-tiba. Membaca post-post itu bikin saya terbawa keperasaan ketika saya menuliskannya -atau bingung ngapain dulu kok saya pernah menuliskannya-

Akhir-akhir ini mulai muncul semangat nulis lagi, efek banyak kebutuhan nulis permasalahan teknis dan keinginan ngajak adek untuk ikutan bikin blog. Karena seperti kata istriku, mungkin dengan beginilah orang terdekat kita jadi tahu kabar kita.

jadi bukan karena PD bakal ada yang baca, tapi niatkan saja untuk berbagi kan? Dan karena saya bukan aktivis medsos, jadi biarkanlah blog ini sebagai wadah c…