Yang susah dari mencari ilmu itu ketika kita sudah tahu sebagian. Di saat itu kita bakal diuji untuk tetap rendah hati, tidak sombong, tidak merendahkan orang lain, dan di lain sisi kita tetap harus semangat belajar. Jangan sampai gara-gara ilmu sebagian itu kita jadi sudah merasa cukup ngerti untuk berbicara layaknya penuh ilmu, atau merendahkan… Continue reading Yang susah dari mencari ilmu
Hobi
Hari ini ketemu sama mas-mas usia 30-an dengan baju pegawai lengkap dan muka capek di masjid sebuah bank. Enggak tahu masnya itu pegawai bank itu atau bukan, tapi yang jelas mas ini lagi istirahat sepulang kerja. Setelah sholat, sambil istirahat jadi merhatiin mas-masnya yang masih duduk serius nulis-nulis di kertas. Awalnya aku ngira, “wah mas… Continue reading Hobi
Apakah kamu menjadi budak dunia?
Sebuah pertanyaan yang bikin merenung dalem tiap lagi penat sama kesibukan yang macem-macem. Terus biasanya mulai dari keinget video di bawah ini: Terus kata-kata Yudha, “Kalau kamu banting tulang dari pagi sampai malem, dengan niatan untuk menabung, untuk memudahkan kamu menikah, untuk menafkahi keluargamu, maka insyaAllah itu kebaikan” Terus juga, “Kalau kamu pernah berdoa ingin… Continue reading Apakah kamu menjadi budak dunia?
Ex-Lab Inovasi
Akhir-akhir ini jadi sering keinget sama OmahTI gara-gara ngejer nyiapin sertifikat kepengurusan (yang niatnya jadi kado wisuda, tapi gagal gara-gara tas kadonya kekecilan). Terus beberapa hari lalu nyempetin main ke Milan buat lihat gimana bentuk Ex-Lab Inovasi itu sekarang. Dan ya karena emang sudah pindahan jadi bisa dibayangin: papan namanya sudah dicopot, dalemnya sudah berantakan… Continue reading Ex-Lab Inovasi
Bogor [3]: Karena apa kau mencintainya
Ada sela-sela waktu kosong pas kegiatan PIMNAS di sana, beberapa kali diisi lihat-lihat IPB, ke bazar PIMNAS, atau duduk-duduk ngemil, atau ngobrol bercanda biar semakin kenal. Suatu waktu pas kita ngobrol rame-rame antara kaum Adam. Dan entah lupa gimana awalnya tiba-tiba ada yang memulai topik untuk ngomongin seorang cewek. Ceritanya, ada seorang cewek yang emang… Continue reading Bogor [3]: Karena apa kau mencintainya