Setelah sekitar 9 bulan di US, awal April 2023 pulang ke Indonesia.
Selama perjalanan dan di sini, jadi kepikiran bahwa semua ini benar-benar rencana Allah. Apa yang saya tahu dan rasakan saat ini, jauh berbeda dibanding apa yang saya tahu dan rasakan tahun lalu. Saya versi tahun lalu bahkan nggak akan pernah kebayang kalau begitu banyaknya pengalaman baru yang saya alami dalam setahun.

Tahun lalu, bulan-bulan ini bulan-bulan sibuk persiapan ke US. Istri terus bantu ngingetin dan natain apa-apa yang harusnya dibawa dan disiapin. Dan kami masih sama-sama clueless bagaimana rasanya hidup di sana, kapan bisa pulang, apakah istri bisa ikut nyusul ke US. Cuma bisa berdoa dan berusaha maksimal di setiap kesempatan.
Tahun ini, setelah alhamdulillah (ternyata) bisa bertahan hidup 9 bulan di US, bisa dapat kesempatan pulang sebulan dengan dana bantuan dari UII. Pulang yang bukan sekadar “mudik lebaran”, karena niatnya memang untuk menghadiri hari-hari spesial di sini. Menemani istri dan lahirnya baby Taibah. Pulang yang juga disibukkan mengurus beberapa administrasi karena alhamdulillah istri insyaAllah dapat jalan untuk nyusul ke US tahun ini.
Tahun depan? wallahu a’lam… Jangankan tahun depan, nyatanya masih banyak hal yang kami juga masih clueless untuk beberapa bulan ke depan. Gimana istri harus berjuang sendiri lagi sama bayi, gimana rasanya kuliah bawa bayi, gimana menghadapi rumitnya fasilitas kesehatan US, kapan dan gimana caranya bisa pulang lagi, dan ya masih banyak. Tapi belajar dari kami versi tahun lalu: inget berdoa untuk selalu dimudahkan dan diberikan yang terbaik, selalu jadi salah satu jalan yang nenangin.

