Niat manusia itu memang bisa variatif ya. Perkara sesederhana makan saja bisa berbeda-beda niatnya. Ada yang sesederhana untuk memenuhi kebutuhan fisik, ada yang sekompleks mengejar gengsi.
Dari dulu zaman masih mahasiswa, kalau mau makan fokusnya tiga: harga murah, rasa enak, porsi kenyang. Dan tiap hari aturan makannya harus memenuhi minimal dua poin di atas. Sebagus apapun tempat makannya, seterkenal apapun mereknya, seunik apapun masakannya, kalau tidak memenuhi setidaknya dua syarat di atas, ya saya sih tetep NO.
Kadang eksplorasi makanan itu perlu, untuk menambah wawasan dan referensi. Tapi eksplorasi sebenernya nggak harus datang juga. Google review sudah bisa kasih banyak gambaran. Dan itu pun balik ketiga syarat tadi: Eksplorasi untuk menilai apakah menenuhi seenggaknya dua dari tiga syarat tadi.
Tiga syarat tadi sudah cukup bikin saya kadang agak bingung sama orang orang yang menjadikan makan di suatu tempat jadi seperti checklist capaian. “Aku sudah pernah makan di sini loh” “cobain deh makan di sini, aku udah loh“. Terus giliran ditanya seputar rasa, harga, porsi, jawabannya ngambang.
*Ditulis selepas bukber di tempat yang orang-orangnya nggak biasa. Orang-orangnya, bukan tempatnya.