Sebuah Penelitian Telah Membuktian

 


Ketika awal mendaftar jadi dosen, saya tahu penelitian adalah suatu yang akan saya lalui di hari-hari biasa. Duduk di depan laptop sampai sore, pusing karena nggak paham-paham, sambil browsing sana-sini. Terlihat serem, tapi untungnya saya menyukai kegiatan tersebut.

Tapi setelah dua tahun berjalan jadi dosen, seperti bocah yang baru dewasa, ternyata penelitian yang selama ini saya tahu, tidak sekadar penelitian. Ada banyak hal yang bisa dipetik dari "sekadar" belajar atau berkarya untuk masyarakat. Mendapat uang insentif misalnya, atau memudahkan kenaikan jabatan, atau meningkatkan citra dan reputasi di mata orang.

Mungkin karena saya orang baru, jadi mungkin terlihat idealis? tapi kok rasanya masih selaras dengan pesan Pak Rektor: Apa yang dipikirkan ketika berhasil menulis artikel penelitian? apakah "alhamdulillah sudah paham ini itu", "alhamdulillah sudah bisa berkarya ini itu", atau "alhamdulillah sudah bisa naik jabatan", "alhamdulillah sudah semakin terlihat jago di bidang ini"?

Saya tidak menilai niat orang lain, tapi beneran, ketika saya melakukan sebuah penelitian, sekarang pikiran-pikiran baru itu selalu muncul. Menggoda, "kenapa tidak lakukan hal yang simpel saja, toh cukup kok untuk naik jabatan" atau "kenapa tidak ambil judul ini saja, lagi nge-trend dan bisa terlihat keren loh".

Dan kalau melihat fakta-fakta di lapangan, tragedi-tragedi kecurangan, baik di media masa atau dari orang ke orang. Pada akhirnya sebuah penelitian bisa membuktikan, kita cuma bisa berdoa diteguhkan dan mengingat Innamal A'malu Bin Niyat (Sessungguhnya amal itu tergantung niatnya).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia