Langsung ke konten utama

Carcassonne


Bermula pas di kantor lagi rame-ramenya mbahas boardgame terus jadi googling-googling tentang boardgame. Setelah sekilas baca-baca, saya pun jadi tertarik. Sebenarnya kita mungkin tahu dan sering bermain beberapa jenis boardgame yang cukup populer di Indonesia, seperti monopoli, catur, kartu remi, kartu uno, dsb. Tetapi sebenarnya ada banyak boardgame di luar sana yang tidak kita ketahui dan punya aturan main yang menarik!

Berbekal browsing ulasan di youtube, toko online dengan promo-promonya, berjumpalah saya dengan sebuah boardgame yang menurut saya pas untuk keluarga, yakni Carcassonne. Waktu itu saya berharap boardgame bisa jadi mainan alternatif yang menarik untuk mengalihkan perhatian kita dari smartphone dan juga memunculkan interaksi lebih dengan para pemainnya, dengan keluarga misalnya.

Sekilas tentang Carcassonne 

Carcassonne adalah boardgame classic (dibuat pertama kali tahun 2000 awal)  dengan konsep yang menarik dan aturannya mainnya sederhana. Kita bisa dengan mudah njelasin ke adek atau keponakan yang masih SD bagaimana cara mainnya. Saya tidak akan menjelaskan detail bagaimana aturan mainnya, bisa dibrowsing di youtube atau download rulebooknya.

Intinya para pemain pada setiap gilirannya disuruh meletakkan Tile yang merupakan sebuah gambaran kota tua Carcassonne. Tile yang diletakkan harus memiliki gambar yang sama dengan sejejernya (mirip aturan domino), misal sawah dengan sawah, jalan dengan jalan, atau kota dengan kota. Lalu kita akan diberi kesempatan untuk mengatur strategi peran pion kita di Tile yang kita pasang. (perhatikan gambar di atas, peta carcassonne terdiri dari beberapa Tile yang saling menyambung).


Yang menarik

Dari beberapa game yang pernah saya mainkan (saya membandingkan dari semua game yang pernah saya mainkan, termasuk game HP). Menurut saya, Carcassonne adalah game yang paling "memuaskan" saya. Melihat bagaimana permainan dimulai dari sebuah Tile, lalu berkembang hingga menjadi sebuah area yang besar (ada >70 tiles) benar-benar memuaskan visual saya. Nantinya sambil berjalan, akan ditemukan bentuk-bentuk kota yang unik, jalan-jalan yang rumit, dan beragam formasi peta yang pasti berbeda setiap kita bermain.

Dalam interaksi antar pemain, permainan ini juga mengizinkan kita untuk bermain secara agresif ataupun pasif. Bermain agresif, kita bisa jadi menggangu kota atau jalan yang sedang dibangung pemain lain, sehingga pemain tersebut kesulitan mendapatkan poin (konsep ini banyak ditemukan di game-game populer seperti Uno, Catur, dan Monopoli). Sedangkan bermain pasif, permain fokus berkarya membangun area sendiri untuk mendapatkan poin maksimal (mirip dengan konsep beberapa game kartu remi yang fokus pada "luck"). Dengan dua konsep tersebut, interaksi antar pemain bisa jadi sangat seru karena kita bermain di area yang sama, sangat sulit untuk menjadi terus pasif tanpa sengaja membuat "emosi" pemain lain :)

Bicara tentang faktor "luck", saya setuju game ini memiliki sedikit faktor keberuntungan untuk bisa menang (istri saya menang jauuh lebih banyak dari saya ._.). Game ini menyediakan banyak strategi yang bisa digunakan, 1 tile yang kita dapat bisa kita manfaatkan dengan beragam cara, mulai dari fokus membangun, fokus mencari poin, atau fokus menghalangi pemain lain. Peran "farmer" dalam game ini juga menjadikan para pemain harus berpikir jauh ke depan dalam memanfaatkan setiap tile yang diperoleh.

Game ini juga menyediakan banyak expansion (game tambahan) yang dijual terpisah yang akan membuat Carcassonne tidak akan pernah membosankan.

Penutup

Setelah bermain game ini beberapa kali, yang paling saya kagumi adalah bagaimana cerdasnya si pembuat game, Klaus-J├╝rgen Wrede. Game yang dia buat tahun 2000 an ini sudah bertahan hampir 2 dekade dan menjadi favorit banyak orang. Dengan aturan yang sederhana, bisa tercipta beragam strategi, kepuasan visual, dan keberhasilan dalam menciptakan game yang penuh interaksi. Di sini saya merasa memang setiap orang bisa punya bakat dan jalannya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam