Romantisme Wisuda 2.0

Kemarin alhamdulillah adalah hari Wisuda kedua bagi saya selama ini. Jujur saja, proses menuju wisuda kedua ini terasa berbeda dengan yang pertama. Dengan prosesi sidang tesis beberapa kali, saran penguji yang tidak bisa saya pahami, sampai tanda tangan yudisium yang tidak terhitung jumlahnya dan menyebabkan saya beberapa kali harus keliling kampus izin kerja.

Tapi ketika hari H datang,
tidak ada rasa yang saya rasakan,
selain bahagia.

Berkumpulnya keluarga, orang tua, adik-adik, dan istri saya tercinta, jadi momen tersendiri di hari itu. Ini wisuda pertama saya bersama istri, dan hal-hal paling bahagia banyak diberikan oleh istri saya saat itu. Sampai ketika perjalanan pulang yang saya pikirkan adalah, apakah saya bisa membalas kebahagiaan yang luar biasa dia berikan ini di wisudanya nanti?

Siapa yang tidak tersentuh hatinya dengan sebuket bunga dengan ucapan selamat yang mengenang..



Ditambah rekaman video ucapan selamat yang dikirimkan ketika saya masih menunggu di dalam GSP..

atau hadiah-hadiah yang tampak sederhana tapi sebenarnya sangat saya sukai (misalnya bakpia mutiara aneka rasa :9)

 
Mungkin momen ini akan pudar seiring berjalan waktu, saya akan lupa dengan warna pakaiannya, apa saja bahan pembicaraannya, bagaimana rasa makanannya atau konflik-konflik yang hadir karena rasa lelah datang. Tetapi saya akan terus mengenang Wisuda pascasarjana 19 April 2018 sebagai hari yang sangat menyenangkan bagi saya. Foto-foto yang banyak terekam walau tidak harus ke foto studio, akan menjadi bukti kenangan yang manis dan indah untuk diceritakan ke anak-anak kita nanti

Terima kasih ya istriku :)
terima kasih juga ayah, mama, dan adik-adik :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman: Buat Surat Pindah, KK, KTP,

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)