Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

Bogor [3]: Karena apa kau mencintainya

Ada sela-sela waktu kosong pas kegiatan PIMNAS di sana, beberapa kali diisi lihat-lihat IPB, ke bazar PIMNAS, atau duduk-duduk ngemil, atau ngobrol bercanda biar semakin kenal.

Suatu waktu pas kita ngobrol rame-rame antara kaum Adam. Dan entah lupa gimana awalnya tiba-tiba ada yang memulai topik untuk ngomongin seorang cewek. Ceritanya, ada seorang cewek yang emang lagi jadi bahan obrolan "favorit" di antara para cowok pas di PIMNAS sana. Awalnya aku ngira ini cuma kayak "rahasia umum", yang masing-masing saling tahu kalau cewek itu menarik tapi ndak akan ada yang berani mengobrolkannya, sampai akhirnya aku dapet kesempatan duduk di dalam ruang obrolan itu.

-ini sedikit fakta kecil, kadang cowok juga bisa nge-gosip-

Obrolan sudah mulai panjang mbahas cewek itu, tapi yang menarik dimulai ketika muncul pertanyaan:

A : "Eh menurutmu apa ya yang bikin dia menarik ya?"

B : "Hmm.. apa ya, manis sih senyumnya"
C : "Mirip artis itu bukan sih"
D : "Suaranya eh yang bening gitu"
E : "Ya emang udah cantik sih orangnya"

Sebenernya lumayan panjang dan juga saling lempar percakapannya. Tapi yang menarik yang jadi pikiranku pas itu,

"Apa tidak ada dari kalian yang coba perhatikan perangainya?"

oke, toh mereka juga tidak terlalu lama mengenalnya, jadi wajar sih. Dan mungkin sebenarnya pas pertama aku kenal cewek itu juga pikiranku tidak jauh beda dari mereka.

Menurutku, untuk kasus obrolan ini terjadi memang karna adanya kombinasi antara kita para cowok yang terlalu liar pandangannya dan para cewek yang terlalu mudah menebar dan menunjukkan kecantikannya. Tidak hanya salah satunya, dan kita tidak bisa saling menyalahkan kaumnya.

Tapi sebenernya sedih juga kalau ngeliat ada cewek yang diobrolin cowok-cowok karena kecantikannya. Kenapa? karena apakah nantinya itu yang menjadi alasan bagi kalian para cowok untuk mencintainya? dan apakah itu yang jadi harapan nantinya mereka akan mencintai kalian para cewek? Bukankah ada yang lebih mulia untuk dijadikan bahan penilaian?

Dan semoga pandangan kita para cowok bisa semakin terjaga, jangan sampai nantinya kecantikannyalah yang menjadi pertimbangan akhir ketika memilihnya. Dan aku berharap, semoga adekku, atau anakku (nanti) yang cewek atau semua kerabat cewek di dekatku, tidak dinilai oleh cowok-cowok di sekitarnya karna kecantikannya, karena rupa atau parasnya. Semoga kita dan mereka bisa dikuatkan untuk terus menjaga diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia