Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

Sudut pandang lain tentang Startup

Kita umat Islam memang sekarang tertinggal dengan orang-orang barat sana, tapi apa dengan mempelajari teknologi kita bisa mengalahkan mereka? belum tentu, yang penting sebenarnya adalah dengan meningkatkan Iman kita. Perang Badar, bagaimana umat Islam yang hanya 314 oang memenangkan peperangan melawan kaum Quraisy yang berjumlah 1300 orang? apakah senjatanya? bukan, tapi karena Iman mereka yang sangat kuat saat itu. Begitu juga pada perang Yarmuk, kaum muslimin saat itu cuma berjumlah 10 ribuan orang melawan pasukan Romawi sebanyak ratusan ribu orang, dan kaum muslimin berhasil memenangkan karena Iman mereka juga yang kuat. Belajar teknologi juga perlu, tapi yang lebih perlu lagi itu meningkatkan Iman kita"

Kira-kira seperti itulah nasihat singkat namun luar biasa dari Pak Sri Darma Krida, Ketua Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) sesaat sebelum presentasi tim BeHafidz di hadapan beliau.

Selain itu, Beliau juga cerita tentang bagaimana startup kebanyakan yang ada saat ini berorientasi dengan uang dan dunia. Yang berakibat jadi ambisi yang buruk dan bisa sampai menghalalkan cara-cara yang kotor. Ada startup yang rela menerima dana dari bank, yang jelas itu dana kotor, dan malah ada startup yang jelas-jelas memainkan uang dengan cara yang riba dengan alasan bisnis. Naudzu billahi min dzalik.

Dan setelah diskusi dengan Widardi menjelang berbuka tadi jadi kepikiran, Iya juga, kalau kita orientasinya nyari uang, ya kita akan terus merasa kurang, tapi kalau orientasi kita memenuhi kebutuhan bisa jadi lebih cukup. Rizki dikit yang penting barakah itu lebih baik dari pada rizki banyak tapi ndak barakah.

Sudut pandang lain yang menarik banget tentang bisnis Startup yang lagi ngehits saat ini.

Komentar

  1. yaan sering2 nulis ginian dong :v

    BalasHapus
  2. ya doain aja biar bisa sering2 nulis ginian *ini "ginian" yang mana toh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha bngung desktipsiinya aku juga yan :v

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia