Langsung ke konten utama

Skripsi #2 Push the boundaries

screenshot kali pertama njalanin Theano di Windows, ternyata ndak seberapa ribet :)

Pas mulai mikir ambil skripsi, pinginnya emang nyoba sesuatu yang baru, yang bikin belajar dan nambah ilmu. Sempet kepikiran JST atau Fuzzy, cuma belum dapet ide mau apa topiknya. Sampai Triplek ngasih saran dipengembangan BeHafidz selanjutnya dibikin ada pengenalan suara bahasa Arabnya. *Ting, langsung pingin coba jadi topik skripsi

Bener-bener baru banget topik yang mau aku ambil, pengenalan suara, baru dalam arti belum pernah tak kerjain sebelumnya. "Ini gimana cara ndetectnya, gimana cara ngerekamnya, gimana cara ngenalinnya, dan lain-lainnya". Bener-bener blank pas itu .__.

Jadinya langsung tak lempar ke Bu Afia sekalian propose untuk jadi dosen pembimbing. Ibu nya setuju dengan topiknya, malah mengusulkan algoritma lain yang katanya cukup menarik, Deep Learning. Awalnya mantuk-mantuk aja gak ngerti deep learning itu apa (inget banget pas itu ibunya juga cerita-cerita tentang algoritma Backpropagation, SVM, dan HMM tapi aku gak ngerti ini ibunya ngomong apa karna emang pas itu belum paham :v cuma siap-siap nyari jawaban kalau ditanya biar bisa keliatan ngerti *maaf bu).

Akhirnya baru paham beberapa minggu kemudian kalau topikku ini berarti JST, berarti mesti mulai dari belajar JST. Dan pas KKN sambil pinjem buku JSTnya Maya, nyambi-nyambi belajar tiap malem atau pagi, mahamin ulang dasar-dasar JST yang gagal dipahami pas kuliah --"

banyak banget cerita seru pas belajar selama ngerjain skripsi ini:

Mulai dari berminggu-minggu diskusi "berat" sama bu Afia dan Rilut untuk memahami makna deep learning. Jadi ceritanya ada perbedaan pendapat di antara kami tentang makna deep learning itu sendiri. Kayaknya ini makan waktu paling lama untuk sepakat, mungkin 2 bulanan. Sempet juga chatting sama bu Yunita yang padahal lagi di luar negeri untuk nambah pandangan tentang makna deep learning itu sendiri.

Terus gimana serunya nyari tutorial dan kuliah dari beragam penjuru, download ratusan MB untuk nonton video dari yang basic kayak gimana cara kerja Backprop sampai memahami gimana intuisi dari kernel di dalam Convolutional Neural Network.

Ngurangin waktu tidur dan nonton film (ini yang sedih) untuk nontonin video tutorial atau diskusi di stackoverflow, setiap ada pertanyaan langsung tanya, dan bahkan untuk menguji kebenaran aku sempetin mbaca-mbaca pertanyaan orang di stackoverflow, masa-masa skripsi bener-bener nambah poin di stackoverflow

Juga di akhir-akhir bener-bener niat "hackathon" bareng dhafin, rilut, dan mas ucup di lab selama liburan kemarin. Buat belajar implementasi, teori, atau apapun. Sampe sempet ngerasain masa-masa dimana makan pagi-siang-malem di satu warung yang sama karena liburan cuma warung itu yang buka ._. #suramTapiSehat

...dan banyak cerita seru lain pas lagi "belajar" di masa-masa skripsi,

bener-bener petualangan yang serulah, dan yah, ini yang bikin rasanya jadi akan sangat mbosenin kalau habis ini harus kerja duduk diam dibalik laptop, dengan istilahnya Fitri, "Mengerjakan mimpinya orang lain", tanpa ada ilmu baru yang diperoleh

Komentar

  1. waah, luar biasa kali ya pengalamannya. Saluuut :D

    Kalau boleh tau ni, gimana ya dapat memahami bagaimana proses yg terjadi di convolutional neural network dan kalau boleh lagi ni bisa gak berbagi tutorial yang ttg convolutional neural network?
    Terimakasih :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam