Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

Random (ness)

Dapet pelajaran berharga semasa Ramadhan kemarin, ternyata ada satu hal yang paling dikangenin ketika  kita hidup sendiri, ketidakberaturan, kehidupan tanpa rencana.

Pas Ramadhan kemarin ketika di Jogja, aku suka banget buka puasa di masjid, kenapa? ya itu, rasanya seneng aja pas dibikin "kaget" oleh menu makan hari ini. Gak kayak hari-hari biasanya yang aku nentuin apa menu makanku (dan jika Allah menyetujui, maka menu itu bisa diperoleh), menu makan yang ditentukan oleh orang lain itu lebih menarik.

Gitu juga pas KKN kemarin, pas Okta tanya "mau masak apa hari ini?" ya kadang aku cuma jawab formalitas "ikan", atau "ayam", atau lebih sering "terserah kamu deh ta". Di rumah, ibuku juga gak pernah tanya mau makan apa hari ini. Kadang tiba-tiba dimasakin makanan favorit, kadang cuma lauk seadanya. Tetep bersyukur, karna kejutan-kejutan kecil ini yang tiap harinya bikin seru aja

Dan gak cuma masalah makanan, ada banyak hal yang bikin hidup lebih berwarna ketika ada unsur ketidakberaturan di sana. Dan, menurutku salah satu hal yang bisa munculin ketidakberaturan adalah opini orang lain. Kalau kita hidup sendirian, kayak di kos ini misalnya, kita gak bakal nemu opini kedua yang bakalan berujung "hmm, aku setuju" atau "wow, ide bagus".

Memang kadang opini kedua gak selamanya menyenangkan, misalnya liburan rame-rame, yang bikin akhirnya dua orang saling tanya "mau kemana kita hari ini" dan ditutup "oke, baiklah" yang rasanya gak ikhlas. Tapi kadang, keberadaan opini kedua itu bisa jadi ngangenin banget. Unsur ketidakpatuhan terhadap rencana, kadang kita perlu itu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia