Langsung ke konten utama

Gladwell's Book

Kenal buku pertamanya Malcolm Gladwell dari Mas Odhon pas upgrading OmahTI dua tahun lalu. Mas Odhon pas itu mamerin buku berjudul Blink karya Gladwell. Sejak itu jadi penasaran banget buat beli. Dan sekarang udah ada tiga buku di kosku karangan Pak Gladwell ini.

David and Goliath
Ini buku pertama yang aku beli, karena dari judulnya buku ini kayake lagi pas sama sikon pas itu. Dan ternyata keren banget. Buku ini isinya tentang bagaimana ukuran bisa sangat berpengaruh dalam sebuah pertarungan. Tidak selamanya menjadi besar itu menguntungkan dan tidak selamanya pula menjadi kecil itu merugikan. Akan ada banyak kisah menarik tentang bagaimana sesuatu yang kecil bisa mengalahkan yang besar

kekurangan yang aku kurang suka dari buku ini adalah ada tulisan-tulisan sejenis kutipan dari Bible, mungkin ini karena beliau membawakan kisah david dan raksasa (dalam islam ini menceritakan kisah nabi daud melawan raja jalut). Tapi kutipan-kutipan itu cuma ditaruh di halaman pertama tiap bab, jadi yo gak seberapa masalah sih. Dan kutipan-kutipan itu cuma ada di buku ini.


What the Dog Saw
Buku kedua yang aku beli. Agak beda dengan dua buku yang lain aku ngerasa buku ini paling kurang menarik :( rasanya ceritanya kurang fokus. Buku ini menceritakan tentang bagaimana tentang orang (atau bahkan binatang) melihat sesuatu. Jadi kalau subjeknya itu orang, ini mirip sama kayak buku biografi tentang cara pikir seseorang melihat suatu benda.

Aku belum selesai baca buku ini, ya karena kurang tertarik aja ditengah-tengah bagian. Semoga ada ending yang menarik dari buku ini.


Blink
Buku ini adalah buku terakhir yang aku beli padahal ini adalah buku pertama yang aku pingin beli dari penulis ini. Buku ini nyeritain bahwa ada banyak informasi yang kita dapat dalam sekejap mata dan kebanyakan informasi itu jauh lebih berguna ketimbang penelitian berminggu-minggu lamanya. yups sangat sekejap seorang pakar bisa menilai patung itu palsu atau bukan, dia berbohong atau tidak, atau sekedar memberi penilaian selai paling enak. Sama seperti buku-buku lainnya akan ada banyak cerita yang mendukung tema buku ini.

Buku ini aku baca habis di kereta menuju Jakarta pagi ini, buku ini gak kayak buku motivasi atau bisnis (David and Goliath) atau buku inspirasi (What the Dog Saw), tapi buku ini lebih mirip buku psikologi. Tapi tetep menarik semua bukunya untuk dibaca :)

Oh ya, sekedar info, di buku-buku itu tadi gak banyak gambarnya atau punya layout menarik kayak bukunya Austin Kleon yang pernah aku bahas. Buku-buku itu full tulisan, tapi percaya deh, bikin nagih juga isinya :)

Trivia:
Di buku Dan Roam yang juga pernah aku post, beliau pernah menceritakan tentang pentingnya memilih judul buku. Dan Roam juga sempat membahas, bahwa Gladwell adalah seorang yang cukup piawai dalam memilih judul buku. Coba perhatikan bahkan tanpa aku resensi, judul buku Pak Gladwell mudah diingat, mengena, tervisualisasi dengan jelas, dan mewakili isinya.

Komentar

Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam