Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

Belajar bersama

Dalam 24 jam terakhir, dapet banget banyak pelajaran tentang 'belajar'. Menurutku, salah satu kesalahan tersering pengajar yang ada saat ini adalah enggannya mereka untuk belajar. Kebanyakan dari mereka mengira dengan lahir terlebih dahulu bisa membuat mereka lebih unggul. Kenyataannya tidak selalu.

Mencoba memberi soal yang dikerjakan olehnya selama seminggu untuk dikerjakan oleh siswanya dalam 2 jam, itu bukan mengajar. Itu hanya unjuk kebolehan. Alasannya takut dilihat kesalahannya oleh muridnya? Ya memang itulah proses belajar. Bukan sekadar menunjukkan kalau kau bisa, tapi juga menunjukkan kita ada batasnya, dan menunjukkan harap sang murid bisa melampaui batas kita.

Inget iklan biskuit di TV? seorang ibu yang mengajarkan anaknya lari? seperti itu, suatu saat murid mungkin akan melampaui gurunya. Tapi sampai saat itu, kita yang guru akan menjadi seperti apa? menjadi orang yang sudah mengalah saja? lalu terus membanggakan bahwa dia adalah muridku? atau sebaliknya, berkata dengan berani seperti dosen itu, "Ya, masa guru kalah sama muridnya" atau seprti direktur itu, "Apakah Anda melihat saya tergantikan oleh yang lebih muda?" lalu bersama menekan batas.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia