Langsung ke konten utama

Movie Review Compilation : Magic

Salah satu film favoritku adalah film tentang sulap. Bukan karena sulapnya, tapi film tentang sulap biasanya punya ending yang seperti sulap-sulap pada umumnya, ya, begitu magic dan apik dilihat.

Ada banyak film tentang sulap, tapi kali ini cuma mau bahas film tentang sulap yang memiliki ending sulap yang paling keren.

The Prestige (Rating IMDB : 8.5)

Mengisahkan perseteruan antara dua orang pesulap yang saling bersaing untuk mencapai ketenaran. Saling menyerang dan menjatuhkan, hingga salah satu dari mereka berhasil menunjukkan trik sulap yang luar biasa dan sulit dipecahkan dan membuat persaingan menjadi begitu buruk.

Terbaik : Di film ini akan diceritakan bagaimana pengorbanan seorang pesulap demi menyelesaikan trik-triknya, dari masalah percintaan hingga perngobanan nyawanya sendiri.

The Illusionist (Rating IMDB : 7.6)

Sama seperti sebelumnya, kali ini lagi-lagi mengisahkan perseteruan seorang pesulap, tapi bukan dengan pesulap lain melainkan dengan  seorang pangeran bangsawan karena seorang wanita yang ia cintai dan juga sikap pangeran ini yang ingin sekali menjatuhkan harga diri pesulap ini. Akan ada pertumpahan darah juga di film ini tapi gak separah film sebelumnya. Mungkin yang akan jadi pertanyaan di akhir setelah nonton adalah : Jadi pemeran utamanya ini protagonis atau  antagonis?

Terbaik : Eisenham sendirian menghadapi inspektur polisi dan putra mahkota yang tidak kalah cerdas demi wanita yang dia cintai. hmm so sweet?

Now You See Me (Rating IMDB : 7.3)

Masih cerita yang sama tentang perseteruan pesulap (ternyata jalan ketiga cerita mirip ya :/) kali ini mereka lawan polisi karena tingkah pesulapnya ini sendiri yang aneh aneh --. 4 orang pesulap jalanan yang awalnya beberapa dari mereka payah mendadak menjadi terkenal karena trik-trik luar biasa mereka yang dirancang oleh seseorang yang tidak diketahui. Pada pertunjukan spesial mereka, mereka melakukan trik-trik kontroversi yang menghebohkan dunia dan membuat polisi mengejarnya dengan merampok bank dan mencuri uang dari rekening pendananya sendiri.

Terbaik : Trik mereka ternyata sudah dirancang sejak puluhan tahun.

Kesimpulan
Menurutku yang paling keren itu the Prestige, kisah perjuangan mempertahankan sulapnya itu bener-bener keren.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam