Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

I Remember

Jalan-jalan random ke toko buku, tiba-tiba ketemu dengan buku berjudul, "mengingat seperti gajah"(judul aslinya bukan itu, pakai bahasa Inggris aslinya). Aku bukan mau ngeresensi buku lagi, gak aku beli juga soalnya, bahkan buku itu gak kesentuh sama sekali. Tapi bikin inget sesuatu.

Gajah dikenal sebagai binatang dengan kemampuan mengingat yang super sekali. Kalian bisa cari bagaimana penelitian-penelitian dunia membuktikannya. Tapi aku bukan mau membahas gajah juga.

Sekilas muncul pertanyaan, gimana ya kalau seandainya kita memiliki ingatan yang sekuat gajah? atau lebih dari itu, toh kita manusia?

Mengingat masa-masa bahagia, bersama orang-orang yang kita cintai. Mengingat bagaimana senyum mereka menyapa kita. Bercanda bersama dari pagi ke pagi. Berbagi tiada akhir dari senja ke senja. Dan kamu begitu menikmatinya bahkan tak rela pulang ke rumah. Mengingat bagaimana saat itu masa bersamanya begitu indah dan membuat waktu berjalan sangat lambat.

Yang saat ini rasanya sudah seperti mimpi. Seperti mimpi begitu sekilas, samar, dan hambar. Wajah wajah yang dulu menemani sudah terlupa, hanya tersisa titik-titik yang sudah mulai tidak terhubung, suara dan senyumnya juga mulai sulit diingat. Kata-kata yang kita bagi juga sudah tak terasa.

Hanya tersisa keyakinan kecil di balik ingatan itu yang mengatakan kalau kemarin itu indah, membuat kita percaya kita memiliki ingatan-ingatan itu. Tapi, fakta-fakta pembuktian itu sudah hilang perlahan, sulit diingat, dan seperti orang yang bangun dari mimpi, beberapa dari kita memilih untuk melupakan masa-masa itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia