Langsung ke konten utama

Van Houten

Awalnya dulu dikenalin sama Dimas Bintang sama coklat ini pas SMA dulu, dan yeah, sampai sekarang coklat ini masih jadi favorit :)

Coklat Van Houten bisa dibilang termasuk sulit buat dicari, aku yakin banyak dari kalian yang nggak pernah denger namanya. Apalagi dengan serbuan merek-merek terkenal seperti Delfi dan SilverQueen. Tapi percaya atau nggak coklat ini bener-bener enak :9 khususnya yang rasa jeruk ini yang paling khas dari coklat Van Houten, kan jarang banget tuh ada coklat rasa jeruk.

Dulu pas di Surabaya mesti nungguin orang tua ngajak jalan-jalan ke mall besar biar bisa beli coklat ini. Gak mungkin aku titipin ke ortuku, soalnya pasti mereka juga gak kenal coklat ini. Dan kenyataannya gak semua supermarket ngejual coklat ini.

Pas di Jogja lihat pertama kali di Mirota Kampus, wuiih, enak nih, deket kos jadi bisa sering beli (sering di sini didefinisikan tidak seperti biasanya -- mengingat keuangan anak kos).

Coklat yang kecil harganya kalau gak salah sekitar 4000 an ukurannya mirip ukuran kitkat, tapi yang lebar. Yah, dihitung-hitung harganya lebih murah kalau dibanding SilverQueen apalagi Toblerone.

Nah, kalau yang besar harganya sekitar 11000, tapi jujur ini baru pertama kali aku ilhat versi besarnya Van Houten. Dan coba tebak aku nemu dimana? di Kopma UGM! yay, sedikit lebih deket lagi dari mirota kampus dengan antrian yang jauh lebih pendek, sekarang Kopma jualan coklat Van Houten versi besar, bisa dilihat nih fotonya.



Kayaknya aku bakalan sering ke kopma nih :9 (sekali lagi sering di sini didefinisikan tidak seperti biasanya -- mengingat keuangan anak kos).

Komentar

  1. Jangan kan di Jogja dijakart AZ kadang susah mo beliπŸ˜₯

    BalasHapus
  2. Emang enak yg orange!!!!
    Udh gak nemu lg😭😭😭😭😭😭

    BalasHapus
  3. Udah ga ada yg orange. So sad... πŸ˜₯

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam