Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

Romance of the Three Kingdom

2-3 hari ini dapet kesempatan lagi untuk keliling UGM. Bukan sekadar keliling tapi aku dapet kesempatan untuk ngunjungin "3 negara" yang cukup populer di telinga mahasiswa IT UGM.

Iya, ntah deh gak paham sama pemikiran UGM, tapi di sini ada 3 prodi tentang IT dimana terpisah pada 3 fakultas yang berbeda! iya 3.. fakultas... beda! (ini asal mula istilah 3 negara, karena ketiga prodi ini seharusnya merupakan 1 kesatuan yang ntah kenapa dipisah)

Ada prodi Ilmu Komputer, di fakultas MIPA, terus prodi Teknologi Informasi di fakultas Teknik, juga prodi Komputer dan Sistem Informasi di Sekolah Vokasi #weleh #weleh

Dan tentu saja disebuah perpecahan akan ada sebagian dari kami yang bermimpi menggabungkan ketiga negara ini. 1 tahun yang lalu misi ini sama-sama kita coba. Mencoba menggabungkan ketiga negara ini jadi satu kesatuan. Bersama mengumpulkan orang-orang bermimpi sama, dan mendiskusikan kelangsungan hidup 3 negara ini.

Apakah berhasil? Tidak.

Banyak problem yang rupanya masih kita temui di sini. Seperti tingkat egoisnya para penduduk negara dan pemikiran mereka yang tidak sepandangan dengan para petingginya. Juga masalah hal hal teknis seperti jarak dan kesibukan.

Dan waktu pun berlalu, tenggelam dengan otonomi negara masing-masing, gak kerasa mimpi itu udah terkubur agak dalam selama setahun gak ada yang mbangunin. Mimpi itu tertidur di hati para perindu negara-negara tersebut.

Dan 2-3 hari ini aku dapet kerjaan untuk mengunjungi ketiga negara tersebut, ketemu sama Bima dan Dayat dari Komputer dan Sistem Informasi dan Farida dari Teknologi Informasi. Siapakah mereka? tidak semua dari mereka yang merupakan pemimpin besar di negaranya, tapi mereka adalah orang-orang yang pernah duduk bersama, men-develop mimpi untuk menyatukan negara-negara ini.

Sudah lama gak ketemu, bagaimana kabar kalian? kabar negara kalian?

Dan... ya.. mendadak berasa rindu sekali dengan mimpi itu... bertemu dengan mereka bertiga membuat mimpi itu seakan terangkat lagi... menyegarkan sekaligus merindukan...  bikin ya, sedikit nostalgia...

Apalagi mengingat waktuku udah hampir habis,
Sudah semakin kecil kesempatan usaha untuk bisa melanjutakan mimpi itu,

Jadi, Akankah mimpi ini akan bangkit kembali?
Akankah mimpi ini akan masih terus diperjuangkan?
Akankah ada yang mau kembali memegang kembali mimpi ini?
Adakah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia