Langsung ke konten utama

Romance of the Three Kingdom

2-3 hari ini dapet kesempatan lagi untuk keliling UGM. Bukan sekadar keliling tapi aku dapet kesempatan untuk ngunjungin "3 negara" yang cukup populer di telinga mahasiswa IT UGM.

Iya, ntah deh gak paham sama pemikiran UGM, tapi di sini ada 3 prodi tentang IT dimana terpisah pada 3 fakultas yang berbeda! iya 3.. fakultas... beda! (ini asal mula istilah 3 negara, karena ketiga prodi ini seharusnya merupakan 1 kesatuan yang ntah kenapa dipisah)

Ada prodi Ilmu Komputer, di fakultas MIPA, terus prodi Teknologi Informasi di fakultas Teknik, juga prodi Komputer dan Sistem Informasi di Sekolah Vokasi #weleh #weleh

Dan tentu saja disebuah perpecahan akan ada sebagian dari kami yang bermimpi menggabungkan ketiga negara ini. 1 tahun yang lalu misi ini sama-sama kita coba. Mencoba menggabungkan ketiga negara ini jadi satu kesatuan. Bersama mengumpulkan orang-orang bermimpi sama, dan mendiskusikan kelangsungan hidup 3 negara ini.

Apakah berhasil? Tidak.

Banyak problem yang rupanya masih kita temui di sini. Seperti tingkat egoisnya para penduduk negara dan pemikiran mereka yang tidak sepandangan dengan para petingginya. Juga masalah hal hal teknis seperti jarak dan kesibukan.

Dan waktu pun berlalu, tenggelam dengan otonomi negara masing-masing, gak kerasa mimpi itu udah terkubur agak dalam selama setahun gak ada yang mbangunin. Mimpi itu tertidur di hati para perindu negara-negara tersebut.

Dan 2-3 hari ini aku dapet kerjaan untuk mengunjungi ketiga negara tersebut, ketemu sama Bima dan Dayat dari Komputer dan Sistem Informasi dan Farida dari Teknologi Informasi. Siapakah mereka? tidak semua dari mereka yang merupakan pemimpin besar di negaranya, tapi mereka adalah orang-orang yang pernah duduk bersama, men-develop mimpi untuk menyatukan negara-negara ini.

Sudah lama gak ketemu, bagaimana kabar kalian? kabar negara kalian?

Dan... ya.. mendadak berasa rindu sekali dengan mimpi itu... bertemu dengan mereka bertiga membuat mimpi itu seakan terangkat lagi... menyegarkan sekaligus merindukan...  bikin ya, sedikit nostalgia...

Apalagi mengingat waktuku udah hampir habis,
Sudah semakin kecil kesempatan usaha untuk bisa melanjutakan mimpi itu,

Jadi, Akankah mimpi ini akan bangkit kembali?
Akankah mimpi ini akan masih terus diperjuangkan?
Akankah ada yang mau kembali memegang kembali mimpi ini?
Adakah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam