Langsung ke konten utama

Beautiful Mind

Itu sebenernya judul film. sayangnya aku gak seberapa suka filmnya, soalnya itu film yang berawal dari kisah nyata, tapi malah bagian-bagian yang bagus adalah tambahan-tambahan fiktif belaka.

Tapi di balik judul itu aku punya cerita menarik. Entah kenapa, sejak SMA aku mulai ada rasa terhadap seseorang, oh maaf, beberapa orang. Nggak tahu ini bermula tepatnya mulai kapan, sepertinya sejak aku duduk bareng Arief yang mesti bikin aku sabar setengah mati.

Ya, dilatarbelakangi duduk sebangku dengan orang paling menyebalkan sesekolah saat itu, semoga nggak saat ini :p, aku jadi belajar banyak gimana cara berinteraksi dengannya. Aku terpaksa mengikuti polanya dan masuk di sistemnya. Dan ternyata, belajar memahami sebuah sistem ini yang menjadi momen paling menarik dan berkesan. Dan kayaknya sejak saat itu aku jadi semakin marak kenalan dengan orang dan menikmati belajar memahami cara berpikir mereka. Apalagi sejak gabung di beberapa organisasi dan tim olimpiade, semakin banyak orang yang punya beautiful mind yang bisa aku temui.

Apa yang aku maksud sebenernya tentang beautiful mind di sini susah buat dijelasin. Ini adalah kondisi di mana ada seseorang yang punya cara pikir, kebiasaan, atau sifat yang antimainstream, kayaknya gitu. Tapi gak sekadar antimainstream, tapi antimainstream yang positif, tapi bukan positif yang seperti kebanyakan orang pikirkan, ah, entahlah, sulit didefinisikan.

Mungkin sebagai contoh aku kenalin kalian dengan JH. Dia adalah salah satu orang yang berpengharuh dalam sejarahku, yah, walau sekarang udah lama gak ngobrol lagi. Dia adalah orang paling licik yang pernah kutemui, yah licik, tapi liciknya sangat menarik. Dia tidak menggunakan kelicikannya untuk menipu orang lain, tapi untuk mencurangi sistem. Ketika dia bertemu dengan suatu masalah maka dia bukannya mencari solusi dengan cara yang biasa, tapi dengan cara yang yah, "Pasti ada celah yang bisa buat aku menang"

Adalagi DA, dia adalah wanita yang cerdas dan pintar, itu saja? tidak, karna jika dilihat secara nyata, dia cuma wanita gak normal karena segudang aktivitas organisasinya, siapa yang nyangka kalau orang yang super sibuk itu lebih pintar dari orang yang hidupnya penuh dengan belajar?

dan kemarin aku barusan bertemu dengan RH, aku sendiri masih gak ngerti dengan konsep pikirnya, cara dia menulis, membaca, dan bicara bener-bener beda, sangat beda. Bener-bener unexpectable. Belum bisa cerita banyak tentang dia, tapi keragamannya bikin aku jadi penasaran, manusia seperti apa dia? dan ini yang bikin aku jadi tertarik untuk mengenang orang-orang luar biasa pemilik Beautiful Mind yang pernah tak temui.

Mereka adalah orang-orang yang punya hobi yang berbeda, kebiasaan yang unik, dan cara berpikir yang menarik -menarik di sini tidak berarti pintar-. Dan ini adalah sebuah nikmat tersendiri buat aku. Setiap kali bisa bertemu dengan orang-orang ini rasanya jadi seneng sendiri.

Aku sangat menghargai keunikan mereka, duduk bersama mereka rasanya adalah nikmat tersendiri. Dan seperti Sylar, aku juga berusaha meniru hal-hal baik dari mereka, dan blog ini juga akan menjadi saksi, gimana konsep berpikirku berubah dari waktu ke waktu ..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam