Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

Kedatangan

aku dulu punya seorang pemimpin,
hmm sulit didefinisikan, dia seorang yang aku rasa sangat tangguh,
tapi sayang sekali banyak yang tidak suka dengannya,
aku rasa penyebabnya satu,
ketika itu rasanya dia belum berhasil menemukan 'singa'-nya

anehnya, aku masih saja, aku jadi pengikut yang setia
menjadi prajurit di balik punggungnya, menerima setiap perintahnya
berpikir bersamanya, berperang bersamanya,

jujur saja, dulu rasanya sangat mengerikan,
gimana tidak? beberapa serangan nyaris membunuhnya,
untung saja ada pasukan lain yang melindungi,
beberapa kali dia terjatuh,
dan beberapa pasukan harus membantu dia berdiri,
kadang orang berpikir, pantaskah dia?

tentu, banyak pasukan yang mengkhianatinya,
merasa tidak percaya dan pergi begitu saja,
merasa tidak pantas baginya memimpin komando ini,
membubarkan barisan, mengurangi pasukan, membuat pertempuran menjadi rumit,
tapi ntah kenapa,
aku masih saja setia, dengannya,
mungkin karena keyakinan, kalau dia bisa,
atau karena dia sudah seperti keluarga,

peperangan usai, kehidupan berubah,
setiap pasukan pergi ke 'kampung halamannya'
dan aku sudah tidak mendengar lagi kabarnya,
aku takut dia hilang,
atau mati di medan perang,
aku hanya bisa sabar tanpa berani mencari tahu, takut kabar itu datang,
sudah setahun lebih,
dan isu-isu buruk sudah sampai di telinga,
setengah percaya, setengah tidak

sangat sedih tentu, mengingat kisah yang luar biasa dulu,
yang sudah berubah secara drastis sekarang,
dan kini kau hanya merasa pasukan yang dulu gagah ini menjadi ..
porak poranda,
ditambah hilangnya pemimpin,
checkmate, berarti akhir dari sebuah kisah kan?

...

tapi sekarang dia kembali, entah dari mana, entah setelah apa,
tapi yang penting, ini pertanda panggilan,
untuk kembali merapat berbaris bersama, dengannya,
untuk memulai lagi pertempuran,
dan aku yakin kali ini akan berbeda,
dari suaranya yang terdengar lebih dari 200 kilometer,
aku rasa, 'singa' itu telah benar-benar terlepas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia