Langsung ke konten utama

Kedatangan

aku dulu punya seorang pemimpin,
hmm sulit didefinisikan, dia seorang yang aku rasa sangat tangguh,
tapi sayang sekali banyak yang tidak suka dengannya,
aku rasa penyebabnya satu,
ketika itu rasanya dia belum berhasil menemukan 'singa'-nya

anehnya, aku masih saja, aku jadi pengikut yang setia
menjadi prajurit di balik punggungnya, menerima setiap perintahnya
berpikir bersamanya, berperang bersamanya,

jujur saja, dulu rasanya sangat mengerikan,
gimana tidak? beberapa serangan nyaris membunuhnya,
untung saja ada pasukan lain yang melindungi,
beberapa kali dia terjatuh,
dan beberapa pasukan harus membantu dia berdiri,
kadang orang berpikir, pantaskah dia?

tentu, banyak pasukan yang mengkhianatinya,
merasa tidak percaya dan pergi begitu saja,
merasa tidak pantas baginya memimpin komando ini,
membubarkan barisan, mengurangi pasukan, membuat pertempuran menjadi rumit,
tapi ntah kenapa,
aku masih saja setia, dengannya,
mungkin karena keyakinan, kalau dia bisa,
atau karena dia sudah seperti keluarga,

peperangan usai, kehidupan berubah,
setiap pasukan pergi ke 'kampung halamannya'
dan aku sudah tidak mendengar lagi kabarnya,
aku takut dia hilang,
atau mati di medan perang,
aku hanya bisa sabar tanpa berani mencari tahu, takut kabar itu datang,
sudah setahun lebih,
dan isu-isu buruk sudah sampai di telinga,
setengah percaya, setengah tidak

sangat sedih tentu, mengingat kisah yang luar biasa dulu,
yang sudah berubah secara drastis sekarang,
dan kini kau hanya merasa pasukan yang dulu gagah ini menjadi ..
porak poranda,
ditambah hilangnya pemimpin,
checkmate, berarti akhir dari sebuah kisah kan?

...

tapi sekarang dia kembali, entah dari mana, entah setelah apa,
tapi yang penting, ini pertanda panggilan,
untuk kembali merapat berbaris bersama, dengannya,
untuk memulai lagi pertempuran,
dan aku yakin kali ini akan berbeda,
dari suaranya yang terdengar lebih dari 200 kilometer,
aku rasa, 'singa' itu telah benar-benar terlepas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam