Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

Magician

Malem-malem di hotel sendirian gak ada kerjaan dan temen bicara bikin pikiran jalan-jalan,
tiba-tiba kepikiran untuk menonton video sulap di youtube #random Banget
ya, menurutku sekalian menghibur diri juga siapa tahu bisa melatih otak untuk menebak gimana cara kerja sulap yang dimainin

Terus dengan semangat nonton video sulap yang masih membara, tiba-tiba kepikiran,
"rasanya kok pesulap di Indonesia ini kebanyakan cuma mainin alat luar negeri ya?"

Nginget-inget gimana penampilan pesulap-pesulap besar dan ternama pun rasanya yang dimainin itu-itu aja, aku bahkan ngerasa permainan ini menggunakan alat yang sama dari tahun ke tahun, atau jika tidak menggunakan alat, teknik sulap yang digunakan juga itu-itu aja mungkin hanya beda pembawaan

Keyakinan ini ditambah kuat pas acara sulap semalem, ada ajang pencarian bakat sulap di TV dimana sudah di final dan rupanya ya sama, permainannya masih permainan alat yang itu-itu aja mungkin hanya ngubah-ubah pembawaannya

Bukannya aku sombong sih, toh aku juga bukan pesulap dan gak bisa sehebat mereka,  tapi sebenernya aku masih menghargai mereka kok, percayalah walau mereka pakai alat sulap itu tidak selamanya mudah lho, tapi jadi muncul pertanyaan "Ada gak sih orang Indonesia yang berhasil mencipatakan alatnya sendiri?"

Dan ini sebenernya yang mau aku bahas, membuat alat sulap atau metode dimana bisa menipu otak manusia bukanlah hal yang mudah ya kan? ada ribuan pesulap di Indonesia, tapi yang berhasil membuat suatu 'alat baru' hanya puluhan saja dan yang bisa membuat kagum lebih sedikit lagi

Dan inti pembicaraan ini, menurutku banyak pesulap (tidak semua) yang lahir hanya untuk menjadi terkenal, terlihat keren di depan kekasihnya atau teman-temannya, mencari uang dengan manggung sana-sini, tapi sebenernya mereka tidak turut mengembangkan seni ini

Di film The Prestige, "Magician" hanyalah orang yang pandai bicara, sedangkan dibaliknya ada seorang "Engineer" yang sebenernya menciptakan semua ilusi yang dimainkan pesulapnya, dan sepertinya pekerjaan engineer ini belum menarik bagi kebanyakan para pesulap Indonesia saat ini, mungkin gak cuma pesulap Indonesia, tapi bagi pemuda Indonesia

# Analogi kritis

sebagai bonus, ini ada salah satu video favorit hasil google pas itu, ini matematis banget loh sebenernya:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia