Langsung ke konten utama

The Hunger - second

kelanjutan dari kisah Sylar di Post Sebelumnya

dalam film serial heroes, tokoh Sylar adalah tokoh yang nyaris tak terkalahkan, bahkan sampai season ke 3 habis (yang udah aku tonton) Sylar masih bertahan.
padahal jika dibandingkan kekuatan Matt untuk mebelokkan pikiran, Hiro yang mampu menghentikan waktu, Luke yang bisa mengeluarkan gelombang panas, atau Elle yang bisa memunculkan listrik dari tangannya, kekuatan Sylar is nothing!

"Mampu memahami cara kerja sebuah sistem yang kompleks"

itu adalah kekuatan yang nothing tanpa sebuah hal yang merubah kekuatan itu menjadi powerful...

The Hunger...

ya, Sylar memiliki itu, sebuah rasa haus akan ilmu pengetahuan...

sebuah rasa tidak cukup akan ilmu

sebuah rasa keinginan untuk mencari lagi mencari lagi

sebuah rasa yang seharusnya membuat debu buku di perpustakaan tidak pernah ada

sebuah rasa yang seharusnya bisa membuat seseorang tidak pernah sombong

bagaimana seseorang bisa sombong? jika dia masih butuh ini butuh itu

Ya, dan Sylar memiliki rasa itu, membuatnya iri akan kemampuan orang lain, ingin memilikinya, ingin menjadi seperti dia

dan Manusia diperbolehkan iri dalam hal ini, dalam hal menuntut ilmu dan mengamalkannya

heran saja lihat orang yang masih malas, padahal sarana sudah di depan mata

mungkin masih banyak yang tidak tahu untuk apa aku belajar ini atau belajar itu

nikmati saja, tidak semua orang berkesempatan

nyata, aku pernah bertemu seorang wanita tua, umurnya mungin hampir 60 tahun atau mungkin lebih, dan dia masih belajar, belajar bagaimana cara membaca Al-Quran

dan nyata aku pernah bertemu dengan pemuda lebih mudah dan kuat dari beliau tapi tidak pernah peduli dengan bacaan Al-Qurannya

kata-kata Pak Reza Pulungan, salah satu dosen sangar di sini "saya gak malu bertanya apa kegunaan kabel itu, kenapa begini, kenapa begitu, walau nantinya saya tidak tahu itu nanti berguna atau tidak, saya sangat menikmati ilmu itu"

ya, teruslah belajar, kita tidak tahu mana dari ilmu kita yang nantinya akan manfaat,
JANGAN MENEBAK-NEBAK!

ingat,

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” [HR. Muslim]

yang masih muda, belum punya anak,
yang masih belum punya harta, belum bisa sedekah,
tapi aku yakin kalian pasti punya ilmu walau sedikit,
manfaatkanlah, selamatkanlah dirimu dan dunia!

hehe,
mungkin lucu ya kalau kekuatan Sylar itu ada di seseorang yang tidak memiliki rasa haus akan ilmu pengetahuan, mungkin dia gak pernah sadar kalau punya kekuatan super itu,..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam