Machine Learning dan AI Summer School

Gambar
Di tengah pandemi ini, salah satu hikmah yang bisa saya petik adalah banyaknya kegiatan offline yang biasanya mahal dan susah dicapai karena harus ke luar negeri, tapi jadi bisa diikutin secara online dan harganya murah. Salah satu kegiatan itu adalah Summer School. Di tahun 2020-2021 ini saya alhamdulillah dapat kesempatan join di dua kegiatan internasional bertajuk Summer School: Machine Learning Summer School (MLSS) 2020 dan PRAIRIE/MIAI AI Summer School (PAISS) 2021 . Di artikel ini saya akan cerita sedikit pengalaman saya mengikuti kegiatan Machine Learning atau AI Summer School, apa menariknya, dan bagaimana cara ikutnya. Machine Learning Summer School (MLSS) 2020    Di tengah tahun 2020 saya alhamdulillah dapat kesempatan ikut salah satu event Machine Learning Summer School (MLSS) yang diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggaranya adalah Telkom University dan University of Amsterdam. Saya bilang "kesempatan" karena untuk ikut kebanyakan kegiatan sejenis summ

Berucap Subhanallah

سبحن الله

wah, sudah hampir 2 minggu di surabaya...
ternyata banyak banget yang baru di sini,
mulai dari beberapa rumah kampung yang udah jadi ruko.
sampai tanah kosong yang udah jadi setengah gedung,
bahkan aku gak tahu kalau rumah tetanggaku yang tingkat dan besar ternyata udah jadi rata,

dan karena masih bertemakan ramadhan
ada kisah menarik yang kutemui di mushalla Ash-Shidiq mushalla yang jaraknya gak sampai 5 meter dari rumahku,

kapan itu 3 hari berturut-turut sang imam melakukan kesalahan, ya standar salahnya karena kelebihan raka'at atau kekurangan pas lagi sholat tarawih, otomatis sesuai syariat ya beberapa makmum berucap "Subhanallah", mengguruhkan mushalla kecil itu, tapi ya aku kayak biasa, mikirnya telat, jadi nggak sempet berucap, malah mikir 'eh beneran salah gak sih'


dan di hari ke empat masih sholat tarawih, eh, ada makmum yang berucap Subhanallah, kali ini cuma satu orang, dan biasa aku mikirnya telat lagi, 'eh beneran salah gak sih', dan sepertinya mayoritas makmum juga ikut bingung, tapi sang imam tetap teguh pendirian, dan sepertinya memang kali ini makmumnya salah mengira imamnya salah

tiba-tiba inget, kapan itu juga di Jogja, di Masjid Al-Mustaqim baru, sholat isya kalau gak salah, ini kebalikannya, tetep aku masih bingung (*parah), pas itu aku ngerasa sang imam salah, kayaknya dari suasana sekitar, beberapa makmum juga ngerasa salah, tapi kok gak ada yang berucap "Subhanallah"? dan ternyata bener, setelah satu rakaat lewat baru efek kesalahannya kerasa, baru ada yang berucap...

hmm..

sebuah pelajaran ya...

untuk para da'i, tidak mudah lho mengingatkan orang lain, yakin orang lain yang salah atau kita yang salah? think before do...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

Sisi Gelap Jogja (?)

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia