Langsung ke konten utama

Kehidupan Mahasiswa Seharusnya

Hampir satu semester aku lalui di Jurusan Ilmu Komputer UGM...
dan ini ada kesan-kesan yang menarik dan patut kita renungi, khususnya para mahasiswa...

WAKTU
sebagai anak kuliah, waktu luang kita sangat baanyaak, ketimbang ketika kita masih sekolah, seperti perkataannya Kira, di film Death Note, "Ketika kuliah nanti, aku punya banyak waktu untuk membunuh"
Nah, mungkin bagi yang belum kuliah, kalian akan merasa, "oh ya?"
dan sebagian besar yang sudah kuliah juga akan berkata, "oh ya?"
begitu besar nikmat waktu luang... dan begitu sedikit yang menyadarinya...

bukankah ada 2 nikmat yang paling sering dilalaikan manusia?
Kesehatan dan Waktu luang...

Sayangnya, aku menyadari hal ini, sedikit telat, hampir satu semester...
sungguh kesia-siaan waktu yang kudapat...

mengutip perkataanya, mbak Maul, mahasiswi ilkom yang pernah aku sms, di awal semester, dan baru ketemu di akhir semester...
"Manusia merasa waktunya kurang karena bangun kesiangan, coba bangunnya dari subuh"
(kurang lebih)

Ayo, sibukkan masa kuliah kita dengan belajar!

Belajar Android :)
KESEMPATAN
sebagai mahasiswa ilkom yang telat menyadari poin ini...
aku merasa rugi hampir menghabiskan masa satu semester untuk diam..
padahal, AKU INI KULIAH DI ILMU KOMPUTER...
seharusnya aku bisa belajar tentang ilmu komputer lebih intens...
tanya mas-mas, mbak-mbak, temen-temen, dosen...
lha kok malah, nyaris satu semester belum bisa nginstal OS... --"

AKU INI KULIAH DI UGM
lingkungan sekitar UGM merupakan lingkungan islami yang bagus...
tetapi nyatanya?
aku belum lancar berbahasa Arab, hafalanku belum bertambah banyak...
ilmuku masih kurang...
Astaghfirullah...

sadarilah kesempatan kita wahai anak kuliah..
manfaatkan keberadaan kita di lingkungan tersebut...
jadilah berbeda, jadilah luar biasa...
Ayo kita gunakan kesempatan kita ini sebaik mungkin...

dan inilah yang menjadi alasan aku jadi jarang nge-blog...
ya, karena ini...
mengejar ketertinggalan kemanfaatan di dunia kuliah..

semoga Allah memudahkan kita...

Komentar

Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam