Langsung ke konten utama

15 days in Yogyakarta

Kayaknnya ini satu-satunya fotoku di blog ini, juga di kampus --"
insya Allah hari ini tepat hari ke 15 aku di Yogyakarta....
menuntut ilmu di kota pelajar, di kampus kerakyatan Universitas Gadjah Mada....
dan sudah lebih dari seminggu merasakan dunia kampus...

sekarang aku mau cerita kesan-kesanku...

Cuaca
Puuuuaaanas kayak di Surabaya kalau lagi terik-teriknya...
mungkin sebenernya biasa aja, tapi karena aku mesti jalan kaki dari kampus ke kosan dan melalui jalan tanpa pohon rindang, mungkin kalian akan bilang aku sudah semakin hitam saja...
tapi kalau malam anginnya bisa bikin masuk angin...
jadi jangan lupa pakai jaket saat malam...

Biaya Hidup
Muuuuuuraah banget, nasi porsi standar, sayur, lele goreng, sambel, teh anget, cuma Rp 6000, bahkan masih bisa ditekan lagi. Aku pernah makan cuma < Rp5000 sehari...
Untuk transportasi, kalian bisa pake sepeda kampus

Kuliah
Buuuuuueeda banget sama sekolah,..
jadwal lompat-lompat, tempat lompat-lompat, dateng lompat-lompat...
gak ada bel bunyi, ganti-ganti kelas terus, ganti-ganti temen terus, kenalan lagi...
seminggu aku kuliah di 3 tempat yang berbeda, dengan jarak lumayan jauh...
1. di MIPA selatan, dekat mirota kampus, nyaris menjadi ujung selatan UGM...
2. MIPA utara, deket gedung pusat UGM, nyaris menjadi ujung utara UGM...
3. Fakultas Filsafat, di timur UGM, bukan ujung... tapi tahu kah kalian, UGM itu luasnya > 350 hektar!
perjalanan yang menyenangkan, bisa sekalian refreshing dan olahraga...

untuk jadwal, terasa aneh banget, banyak jam kosong, jadi lebih sering bingung mau ngapain -.-
dan akhirnya memutuskan ke perpus untuk bertapa...
share tentang matakuliah, unik banget loh..
di prodi ilmu komputer, semester satu, koding nyaris gak ada (ada yang bilang di akhir semester)
tapi mata kuliah matematikanya sampai bikin kadang lupa, aku kuliah di prodi mat atau ilkom...
materi logika aja sampai 2 mata kuliah,
sebenernya ini yang malah bikin aku semangat...
soalnya niat kuliah ilkom juga pingin nyari yang gini...
kata pak dosen "semester satu ini matematika kalian mesti mantep, biar semester berikutnya lebih gampang"
sip pak...

bagian terseru ketika balik ke kos...

ketika mau buka pintu kamar kos yang terkunci...

tahu kenapa? main lah sekali-sekali ke sini...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam