Langsung ke konten utama

Menjadi Mahasiswa

Sudah selesai deh masa SMA ku...
gak nyangka bentar lagi titel mahasiswa akan menempel di aku...
bicara tentang mahasiswa dan kuliah
akhir-akhir ini banyak artikel tentang "gak perlu kuliah"...
jujur, aja awal-awal baca artikel ini buat aku juga mikir males untuk kuliah...
sampai akhirnya aku inget, sebuah konsepsi yang sudah diajarkan Islam tapi sering kita lupakan...
yakni...

"The Purpose"

ternyata semua permasalahan hidup ini bisa diselesaikan dengan menanyakan kepada diri sendiri
"What is Your purpose?"

Kenapa kamu mesti kuliah?

- untuk kerja?
bukan untuk kerja yang dibutuhkan itu skill... bukan S1...
kalau skill kamu terbukti hebat, kamu bisa jadi wirausahawan tanpa perlu kuliah
hmm.. bukan jawaban yang pas...

- Ingin mengabdi kepada bangsa?
eh, terus kalau gak kuliah gak bisa mengabdi
wes, jelas salah...

- Ingin nyari gelar? penting ta?

- Ingin punya jas keren? butuh ta?

...

Alhamdulillah...
Aku sudah diterima di Ilmu Komputer UGM...
dan ketika ditanya pertanyaan seperti di atas...

maka jawabanku:

Aku kuliah bukan untuk menjadi programmer,
untuk menjadi seorang programmer, kalian cukup belajar via internet dan tekun mencoba,
aku juga bukan seorang yang IT-holic, aku masih gaptek sampai sekarang...
tapi alasanku masuk ke jurusan ini... adalah menemukan konsep berpikir...
aku teringat dengan perkataan Pak Rully Soelaiman saat aku sedang ikut pembinaan olimpiade di ITS,
"Gimana caramu mengasah atau menunjukan kemampuan logikamu? ya dengan programming kan?"

setidaknya kuliah di sini insya Allah akan mengasah kemampuanku...
selain itu kuliah di UGM juga mengajarkanku tidak sekadar ilmu akademis, tapi juga ilmu kehidupan, dengan belajar mandiri merantau di kota pelajar...

semoga itu semua nantinya akan membantuku menggapai mimpi...
menjadi seorang guru yang di nanti murid-muridnya...

"logika yang baik seharusnya berhasil menciptakan solusi paling sederhana dari kasus paling rumit",
Rian Adam Rajagede, Ilmu Komputer UGM 2012

-perpisahan-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam