Langsung ke konten utama

Belajar di SMAN 5 Surabaya

Kepala sekolah sudah ganti pas aku post ini.
hari ini perpisahan dengan beliau
"Post kedua dari tag aku_smalane...
terima kasih smala..."

akan saya kupas tentang pendidikan di SMAN 5 Surabaya...

Pertama masuk di smala sudah sering diingetin kakak kelas...
kalau nanti pas sekolah bakalan banyak tugas dan PR.. mesti siap mental...
dan ternyata...
benar...
mungkin gak separah yang aku bayangkan.. tapi emang lebih banyak dari selama aku SMP..
rekor ulangan terbanyak dalam 1 hari yang pernah tak alami adalah 3 ulangan... belum termasuk PR...
Alhamdulillah.. ternyata besoknya tiga-tiganya gak jadi ulangan... mukjizat banget rasanya...
[lupa kenapa gak jadi]
Gak usah sumpek... karena nanti kalian bakalan kaget, kalau sebenernya kalian bisa...

Kalian akan tahu Potensi diri Kalian

Metode
di smala kalian bakalan mengenal banyak microsoft powerpoint, yang jujur, gak aku dapet banyak di SMP...
gak sedikit guru yang mengajar menggunakan Powerpoint atau OHP...
dan gak sedikit juga kalian yang akan maju berpresentasi menggunakan powerpoint (disingkat ppt)..
bahkan, akhir-akhir ini kelas kami lagi sering presentasi pake Prezi...
tapi cara belajar secara konvensional dengan papan tulis juga masih di pakai kok...

Berpresentasi?
iya, mungkin ini yang gak aku dapet di SMP tapi suering banget di SMA...
kalian bakalan belajar cara ngomong di depan orang banyak...
menggunakan PPT atau OHP...
dan bertindak profesional menghadapi penanya...
ini akan melatih kemampuan dan keberanian kalian untuk berbicara di depan umum...
Alhamdulillah...

Guru?
sangar, di smala gurunya keren, pinter, keren (lagi), hebat....
ada guru yang sudah menulis banyak buku SMA atau pun SMP, yang mungkni pernah kalian baca...
ada guru yang selalu bisa memotivasi murid-muridnya untuk menghadapi dunia global...
ada juga guru yang hebat pengajarannya karena lulusan luar negeri...
ada guru yang sangat keibuan...
ada guru-guru praktisi, guru PKn yang aktivis partai, sampai guru agama yang seorang ustadz...
juga ada guru yang sering membacakan puisi atau cerpen sebelum ngajar...
terus ada guru yang sering mengajak kita mengaji sebentar sebelum belajar...
dan juga ada guru yang bahkan pernah menangis di depan kelas karena begitu besar harapannya untuk anak didiknya...
luar biasa... dan gak cuma itu guru di Smala..
karena pelajaran tidak cuma di ambil dari mereka...

Kurikulum
Kurikulum di Smala mengikuti kurikulum nasional terakhir...
di tambah sedikit-sedikit kurikulum Cambridge...
jadi jangan kaget, pas kelas XI dulu aku pelajaran biologi terdiri lebih dari 12 bab...

English Speak
3 tahun aku di Smala berebicara dengan bahasa Inggris belum diwajibkan...
hanya pada saat-saat tertentu...
jadi bagi yang bahasa Inggrisnya belum lancar... santai aja... kan bisa belajar...

aku_smalane

Komentar

  1. bagus ka.. lagi cari info ttg smala :) btw, guru pai nya dulu sangar2 nggak??

    BalasHapus
  2. PAI itu agama islam kan ya? hehe sangar2 kok, dan beragam, ada yang ustadz, ada yang dari kementrian agama, ada yang cewek, kerenlah. Tapi kalau bicara tentang PAI mesti nyenggol dikit sama yang namanya SSKI, itu ekskul agama islam yang lumayan berpengaruh di smala, dan SSKI ini yang lebih bikin sangar lagi

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam