Langsung ke konten utama

Hati-hati ya...

"Balik dulu ya..."
"oh, iya.. hati-hati di jalan ya..."

sering bukan seh ada percakapan seperti itu?
nggak cuma diperempatan jalan atau digerbang sekolah...
bahkan pamitan lewat sms aja juga kadang-kadang seperti itu bukan?

dan sedikit catatan, percakapan seperti itu nggak harus antara cewek dengan cowok lo..
itu kan cuma percakapan antara dua insan manusia...
bukan tentang gender.. apalagi mesra-mesraan...

nah, apa sih makna dari dialog di atas?
sebenernya kalau kita mau memperhatikan secara teliti (detektif mode:on)...
orang kedua ini, sebenernya...ingin mengingatkan orang pertama agar hati-hati...(lawas)
dan mungkin juga turut mendoakan agar orang yang pertama ini selamat sampai tujuan...
sama seperti banner-banner "Keluarga Anda Menunggu di Rumah" atau sejenisnya...

tahu nggak di islam pengucapan seperti itu sangat dianjurkan lo...
bukan dengan kata "Hati-hati di jalan ya"

tapi pakai kata Assalamu'alaikum...

nah, bagi yang jarang pakai kata ini...
sebenernya kata ini bermakna banget...
tahu artinya nggaaak?

mungkin karena bahasa arab ya? jadi susah dimengerti...
ayo cari tahu apa artinya? ini buat yang belum tahu...

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh
= Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu

Hmm.., lebih bermakna kan...
malah lebih ngademin ati....

seperti hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam. (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)

terus ada juga di kitab Shahih Muslim(54) disebutkan: Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.” 

wuih, hebat bangetkan 'salam' ini walau ringan diucapkan (insya Allah)...
ayo dong semangat meneberkan salam...

nah, terus bedanya Assalamu'alaikum dengan Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh apa?
jawabannya ada di poin kebaikannya...

lihat hadits ini:
Dari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan Assalamu ‘alaikum. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata, sepuluh (kebaikan). Kemudian datang orang lain dan mengucapkan, Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata, Dua puluh (kebaikan). Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata, Tiga puluh (kebaikan). (HR. Abu Daud)

nah, ayo kita mulai tebarkan salam...
juga jangan lupa menjawab salam.. wajib lo...
kalau tergesa-gesa bisa langsung Assalamu'alaikum saja..
tapi sangat dianjurkan mengucapkan Assalamua'alaikum warrahmatullah wabarakatuh...

oh ya...
satu lagi...
sangat tidak dianjurkan menulis salam dengan Ass.wr.wb, atau Ass., atau malah A.w. w.
minimal Assalamu'alaikum...kalau tergesa-gesa yah tidak usah.. atau tulis aja bismillah...

balik dulu ya....
Assalamu'alaikum...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam