Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Peperangan yang Dahsyat

Gambar
Kau pikir ini sudah berakhir?! Belum, bodoh! Peperangan ini tidak bisa diselesaikan hanya dalam 4 minggu!
Menurutmu kondisi kita sudah menang?! Lalu kau pantas berlalai-lalai?!
Ingatkah kau kisah perang Uhud?!
Sebenarnya peperangan itu baru akan dimulai... Yah... Dimulai ketika banyak teman seperjuangan mu melupakan hal itu... Dan ikutkah dirimu di barisan mereka?
Mungkin saja aku akan gugur dalam peperangan ini.. Meninggalkan luka di hati kalian... Oleh karena itu... sebelum ku pergi kembali...
Taqabbalallahu minna wa minkum... Mohon maaf atas segala luka yang ku goreskan...

Aku Peduli

Gambar
mungkin sudah agak terlambat untuk membahas kemerdekaan sekarang...
tapi toh bendera di depan rumah juga belum diturunin... so? why not?

ada video bagus... sebuah puisi kontemporer... inspiratif... pantas dilihat...

Essay...

[di baca dengan nada orasi]

Hari ini...
enam puluh enam tahun yang lalu...
pejuang-pejuang indonesia membawa segenggam semangat mereka...
di pundak-pundak mereka...
melihat dengan visi yang sama...
dengan jiwa yang bersatu...

Hari ini...
kita disini tidak pernah melihat perjuangan mereka...
tidak pernah kita tahu cucuran keringat mereka...
tapi... kita merasakannya...
sebuah hasil jerih payah mereka...
keberhasilan dalam sebuah perjuangan...
KEMERDEKAAN...

Tapi...
apakah kemerdekaan yang nyata itu masih ada?
sudahkah kita lihat sekeliling kita?
penjajahan itu... ternyata masih ada...
hanya saja.. kini bangsa kita dijajah oleh bangsa kita sendiri....

Lihat...
berapa upah yang diberikan kepada para buruh?
yang dipekerjakan 24 jam!
bahkan gaji sebulan mereka lebih murah dari sepatu yang kalian kenakan!

itu kah kemerdekaan?!

Lihat...
bagaimana mudahnya orang kaya membawa uang orang miskin!
dengan kepintaran mereka.. mereka mengambil sesuatu yang bukan haknya!
mereka mencuri keringat orang…

Keheningan Sujud

Gambar
Bukan tempat dengan kasur empuk seperti yang kalian miliki...
bukan yang diterangi oleh cahaya neon yang ada di atap kalian...
bukan juga udara dingin yang berasal dari air conditioner mahal itu...

tapi ternyata tetap nyaman kok untuk ditempati...
dia tidak mengeluh meski tinggal sendiri disana...
hanya ditemani cahaya bulan setiap tanggal lima belas...
juga bintang-bintang yang kadang terhalang awan merah...

udaranya masih bersih...
jauh dari sentuhan pejabat korup...
tanahnya masih subur...
terbebas dari limbah pabrik motor...

dari gubuk itu jarang terdengar suara bising...
musik-musik radio...
atau berasal dari film dan home theater...

desa itu begitu tenang...
hanya sekedar kendaraan perantau yang jarang lewat...
atau obrolan malam antartetangga...
juga lantunan ayat suci Al-Quran...

dan ketika takbir dikumandangkan...
semua larut dalam kekhusyukan...
tidak ada yang bicara sendiri...
apalagi bunyi-bunyian dari supporter bola...
suara knalpot kendaraan...

menciptakan keheningan su…