Langsung ke konten utama

Resensi Buku 'Abiogenesis'

Ini pertama kalinya ku pinjem buku novel di Perpustakaan SMAN 5 Surabaya...
sebenernya cari novel Serlock Holmes... tapi rupanya berjumpa dengan novel unik yang satu ini...
mari saya ceritakan sedikit....

abiogenesis
Abiogenesis
Judul: Abiogenesis
Penulis: Darsan, S.Pd
Penerbit: CV. Citraunggul Laksana

[Buku Milik Negara tidak diperdagangkan]
[Pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan Pusat Perbukuan DEPDIKNAS 2003]




Bersetting Jakarta tahun 2028, dimana teknologi sudah menjadi tali pegangan zaman,...
PBB membantu mendirikan Genius Research Center, sebuah laboratorium di Jakarta untuk meneliti banyak hal tentang keilmuan...
Dr. Nabila Rashidin, salah seorang peneliti di instuisi tersebut merupakan ahli dalam bidang Abiogenesis, kehidupannya selalu terisi dengan keilmuan biologi dan kimia... kemampuannya bahkan sudah diakui di kancah internasional...

hingga akhirnya dari sebuah eksperimen, Genius Research Center berhasil melahirkan makhluk baru yang dapat menghancurkan dunia....
makhluk apa itu?
siapa yang menciptakannya?
Apakah Dr. Nabila bisa menghentikannya?
atau dia akan mengikuti jejak kakeknya? yang merupakan seorang naturalis dimana meninggalkan hiruk pikuk kota, dan memilih tinggal di hutan?

Buku yang sangat menarik untuk di baca...
Berbeda dengan cerita-cerita yang ada dengan klimaks yang sangat tidak terduga... disertai dengan glosarium di akhir buku untuk mempermudah kita memahami buku tersebut...
Buku ini juga disertai ilustrasi di beberapa adegan sehingga kita bsia memvisualisasikan perkatan penulis dengan mudah...

Kritik akan kehidupan Metropolis sangat terasa disini...
adegan perdebatan antara Dr.Nabila dan kakeknya memberi kita dua buah pandangan berbeda...
yang sekarang saja sudah saling mendominasi... dan bagaimanakah kehidupan kita tahun 2028 nanti? akankah kita hidup seperti yang tertulis pada novel setebal 220 halaman ini?
Kita yang menentukan




_______________________________

Komentar

  1. keren banget emang ini novel, saya pernah baca. padahal saya bukan orang yg suka baca novel :D

    BalasHapus
  2. sama nih, saya juga jarang banget baca novel, makasih komennya, bantu share yaa..

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini

Postingan populer dari blog ini

Sudah halalkah Font kita?

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." [Al-Zalzalah: 7-8] Wah, sebenernya ayat ini dalem banget loh. ini berarti setiap tindakan kecil kita itu juga akan dipertanyakan di akhirat nanti. Kali ini mau saya bahas sedikit tentang "Sudah halalkah font kita". Ya, font yang kita pakai ini. Representasi wajah tulisan di web atau hasil ketikan di komputer. Lisensi Font Seperti apapun di dunia internet ini, semua berlisensi. Dan tahukah kalian, kalau font yang ada di komputer Windows itu sebenarnya juga tidak gratis, bahkan font-font yang kalian download dari situs-situs penyedia layanan font seperti Dafont , FontSquirrel , dan sebagianya itu juga tidak semuanya bisa digunakan seenaknya loh.

Sisi Gelap Jogja (?)

weh, ngeri banget judulnya, hehe sebenernya maksud pos ini adalah kisah duka di daerah jogja yang aku rasain sejak masuk UGM... sisi negatif itu  sebuah pendapat, tidak benar secara mutlak, dan bisa juga tidak salah secara mutlak nah, setelah 1 semester kuliah, yah, sudah pas 1 semester, kemarin siang baru aja registrasi semester 2, aku pingin menjawab sebuah pertanyaan yang aku dapet ketika promosi UGM di Surabaya: "Mas, Di Jogja katanya pergaulannya buruk? bener gak sih?" mungkin aku buka dulu dengan pendapat temen-temen jogjaku " Hmmm, menurutku tergantung komunitas yg dipilih apa dulu. DI jogja banyak banget komunitas mulai dari yg positif sampe yg negatif ada. Tergantung lingkungan kita tinggal di Jogja. Kalo menurutku overall asal kita gak aneh-aneh mau gabung ke komunitas yg negatif kayak komunitas 'coret-coret tembok' misalnya, ya pergaulan di kota Jogja relatif bagus sih gak buruk. Toh di sini masih ada budaya 'pekewuh' (tahu malu

Menjadi Warga Baru di Universitas Islam Indonesia

Perpustakaan UII Alhamdulillah, hari ini tepat 4 bulan saya jadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) . Memang, 4 bulan adalah waktu yang singkat untuk menilai suatu kampus. Tapi saya pribadi sudah nggak sabar pingin cerita banyak tentang UII. Saya yang dulu tidak pernah dengar nama kampus ini, sudah berkali-kali dibuat kaget sekaligus kagum dengan beragam hal yang saya temui 4 bulan ini. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang UII, versi 4 bulan jadi warga baru di UII. Kalau pingin tahu gimana seleksi dosen UII, bisa baca di sini . Universitas Islam Indonesia Kalau dulu ketika awal kuliah disuruh menyebutkan 3  nama ikan universitas swasta yang ada di Indonesia, mungkin yang teringat: Universitas Kristen Petra, kampusnya deket rumah Universitas Surabaya, beberapa kali lomba di sana Universitas Telkom, sering promo ke SMA Pertama kali denger nama "UII" dari temen kuliah saya. Dan pas itu saya ingat komentar, "loh itu beda ya sama Universitas Islam